Keluar

SMA Santa Maria


SMA Santa Maria Surabaya dimulai dari kedatangan lima Suster Ursulin ke Surabaya pada tanggal 14 Oktober 1863. Awalnya, suster-suster Ursulin tersebut membangun sebuah komunitas di Kepanjen. Lalu, berpindah di kawasan Jl. Raya Kupang yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Raya Darmo. Atas permintaan Pastor Van den Elsen, SJ., lima suster Ursulin tersebut datang dari Batavia ke Kepanjen, Surabaya. Mereka datang untuk menangani karya pendidikan dan panti asuhan.

Adapun sekolah yang didirikan di Kepanjen (Krembangan) waktu itu adalah Sekolah Dasar (1863), Sekolah Keterampilan Putri (1874), Sekolah TK (Froobel 1877), dan Sekolah Pendidikan Guru (Kwekschool 1877). Sekolah ini didirikan untuk murid-murid berkebangsaan Belanda.

Sementara, Biara Ursulin Kepanjen sendiri mendirikan filialnya di Jl. Kupang (sekarang Jl. Raya Darmo). Pembangunan gedung dimulai tanggal 27 Februari 1920 dan berakhir tahun 1924. Seiring dengan itu, komunitas Darmo terus mengikuti perkembangan zaman. Pada permulaan tahun pelajaran baru di bulan Agustus 1951, Santa Maria mulai menerima murid SMA untuk kelas 1 bagian B. Semua murid yang diterima adalah putri dan 23 siswinya tinggal di asrama. Di tahun pelajaran baru, itu pula SMA mendapatkan 4 kelas dan kelas-kelas semuanya penuh.

Pada tanggal 31 Agustus 1952 SMA/HBS menampilkan operet “Cinderella’s slipper” dalam bahasa Inggris. Pentas ini sukses besar dan diadakan dalam rangka pesta perak Muder Rodrigus.

Bulan Juni 1954, murid-murid SMA Santa Maria Surabaya ikut ujian untuk pertama kalinya. Dari seluruh kota yang mengikuti ujian terdapat 120 peserta. Sementara, dari SMA Santa Maria Surabaya sendiri terdapat 21 peserta ujian untuk jurusan B. Kala itu, sebagai kepala sekolah pertama kalinya adalah Sr. Alexia Luykens. Beliau juga merangkap menjadi kepala sekolah SGA (Sekolah Guru Agama).

Permulaan tahun ajaran 1958, SMA Santa Maria Surabaya menambah jurusan C. Pada tahun ini juga, tepatnya di bulan Juni, Sr. Alexia Luykens mengakhiri tugas rangkapnya di SGA.

Sementara itu, terdapat kisah yang menarik pada tahun 1957 yakni saat kompleks sekolah Darmo dipergunakan oleh 180 pemuda dalam pekan pemuda. Untuk mendukung penuh kegiatan tersebut, maka sekolah diliburkan selama 1 minggu.

Di tahun 1959 terjadi banjir besar di Jawa Timur. Sekolah berempati dengan mengumpulkan kebutuhan pokok dan pakaian. Murid-murid SMA dan SPG diminta kepeduliannya membawa semua bantuan ke lokasi bencana. Di sisi lain, terdapat pula instruksi dari Menteri Pendidikan, Prijono, yang menegaskan bahwa guru-guru asing yang belum WNI tidak diizinkan untuk mengajar lagi. Untunglah,  komunitas Darmo tidak mengalami kesulitan tentang ini. Tepat pada tanggal 18 Agustus 1959, SMA Santa Maria Surabaya membuka jurusan A. Dengan pendirian ini, maka lengkap sudah SMA Santa Maria Surabaya memiliki tiga jurusan yaitu jurusan A, B, dan C.

SMA Santa Maria Surabaya mendapat kunjungan pertama kali dari sekolah SMA Katolik Makasar sebanyak 30 siswa. SMA tersebut mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah di Surabaya, Malang, dan Yogyakarta. Tahun 1962, tepatnya di bulan September, Roma mendirikan perhimpunan internasional bagi alumni murid Ursulin. Adapun nama perhimpunan tersebut adalah Alumnarum Ursulae Sanctae Soceitas Internasionalle atau  disingkat AUSSI.

Di bulan Agustus tahun 1962 diadakan Asian Games di Jakarta. Banyak murid SMA Santa Maria Surabaya tergabung dalam pertandingan tersebut dan turut pula menjadi suporter. Sementara, perbaikan sarana dan prasarana sekolah terus dikembangkan. Pada tanggal 20 Januari 1963 pembangunan lantai 2 dimulai. Pembangunan tersebut   memakan waktu 2,5 tahun karena kondisi perekonomian Indonesia masih inflasi. Di tahun itu, SMA Santa Maria Surabaya mengalami masa-masa sulit. Namun, SMA Santa Maria Surabaya terus maju dan berjuang sampai akhir hingga tanpa terasa saat ini telah memasuki usianya yang lebih dari 60 tahun. Maju terus Serviam-ku!

Keluar

SMA Santa Maria


SMA Santa Maria Surabaya dimulai dari kedatangan lima Suster Ursulin ke Surabaya pada tanggal 14 Oktober 1863. Awalnya, suster-suster Ursulin tersebut membangun sebuah komunitas di Kepanjen. Lalu, berpindah di kawasan Jl. Raya Kupang yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Raya Darmo. Atas permintaan Pastor Van den Elsen, SJ., lima suster Ursulin tersebut datang dari Batavia ke Kepanjen, Surabaya. Mereka datang untuk menangani karya pendidikan dan panti asuhan.

Adapun sekolah yang didirikan di Kepanjen (Krembangan) waktu itu adalah Sekolah Dasar (1863), Sekolah Keterampilan Putri (1874), Sekolah TK (Froobel 1877), dan Sekolah Pendidikan Guru (Kwekschool 1877). Sekolah ini didirikan untuk murid-murid berkebangsaan Belanda.

Sementara, Biara Ursulin Kepanjen sendiri mendirikan filialnya di Jl. Kupang (sekarang Jl. Raya Darmo). Pembangunan gedung dimulai tanggal 27 Februari 1920 dan berakhir tahun 1924. Seiring dengan itu, komunitas Darmo terus mengikuti perkembangan zaman. Pada permulaan tahun pelajaran baru di bulan Agustus 1951, Santa Maria mulai menerima murid SMA untuk kelas 1 bagian B. Semua murid yang diterima adalah putri dan 23 siswinya tinggal di asrama. Di tahun pelajaran baru, itu pula SMA mendapatkan 4 kelas dan kelas-kelas semuanya penuh.

Pada tanggal 31 Agustus 1952 SMA/HBS menampilkan operet “Cinderella’s slipper” dalam bahasa Inggris. Pentas ini sukses besar dan diadakan dalam rangka pesta perak Muder Rodrigus.

Bulan Juni 1954, murid-murid SMA Santa Maria Surabaya ikut ujian untuk pertama kalinya. Dari seluruh kota yang mengikuti ujian terdapat 120 peserta. Sementara, dari SMA Santa Maria Surabaya sendiri terdapat 21 peserta ujian untuk jurusan B. Kala itu, sebagai kepala sekolah pertama kalinya adalah Sr. Alexia Luykens. Beliau juga merangkap menjadi kepala sekolah SGA (Sekolah Guru Agama).

Permulaan tahun ajaran 1958, SMA Santa Maria Surabaya menambah jurusan C. Pada tahun ini juga, tepatnya di bulan Juni, Sr. Alexia Luykens mengakhiri tugas rangkapnya di SGA.

Sementara itu, terdapat kisah yang menarik pada tahun 1957 yakni saat kompleks sekolah Darmo dipergunakan oleh 180 pemuda dalam pekan pemuda. Untuk mendukung penuh kegiatan tersebut, maka sekolah diliburkan selama 1 minggu.

Di tahun 1959 terjadi banjir besar di Jawa Timur. Sekolah berempati dengan mengumpulkan kebutuhan pokok dan pakaian. Murid-murid SMA dan SPG diminta kepeduliannya membawa semua bantuan ke lokasi bencana. Di sisi lain, terdapat pula instruksi dari Menteri Pendidikan, Prijono, yang menegaskan bahwa guru-guru asing yang belum WNI tidak diizinkan untuk mengajar lagi. Untunglah,  komunitas Darmo tidak mengalami kesulitan tentang ini. Tepat pada tanggal 18 Agustus 1959, SMA Santa Maria Surabaya membuka jurusan A. Dengan pendirian ini, maka lengkap sudah SMA Santa Maria Surabaya memiliki tiga jurusan yaitu jurusan A, B, dan C.

SMA Santa Maria Surabaya mendapat kunjungan pertama kali dari sekolah SMA Katolik Makasar sebanyak 30 siswa. SMA tersebut mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah di Surabaya, Malang, dan Yogyakarta. Tahun 1962, tepatnya di bulan September, Roma mendirikan perhimpunan internasional bagi alumni murid Ursulin. Adapun nama perhimpunan tersebut adalah Alumnarum Ursulae Sanctae Soceitas Internasionalle atau  disingkat AUSSI.

Di bulan Agustus tahun 1962 diadakan Asian Games di Jakarta. Banyak murid SMA Santa Maria Surabaya tergabung dalam pertandingan tersebut dan turut pula menjadi suporter. Sementara, perbaikan sarana dan prasarana sekolah terus dikembangkan. Pada tanggal 20 Januari 1963 pembangunan lantai 2 dimulai. Pembangunan tersebut   memakan waktu 2,5 tahun karena kondisi perekonomian Indonesia masih inflasi. Di tahun itu, SMA Santa Maria Surabaya mengalami masa-masa sulit. Namun, SMA Santa Maria Surabaya terus maju dan berjuang sampai akhir hingga tanpa terasa saat ini telah memasuki usianya yang lebih dari 60 tahun. Maju terus Serviam-ku!

Keluar

SMA Santa Maria


SMA Santa Maria Surabaya dimulai dari kedatangan lima Suster Ursulin ke Surabaya pada tanggal 14 Oktober 1863. Awalnya, suster-suster Ursulin tersebut membangun sebuah komunitas di Kepanjen. Lalu, berpindah di kawasan Jl. Raya Kupang yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Raya Darmo. Atas permintaan Pastor Van den Elsen, SJ., lima suster Ursulin tersebut datang dari Batavia ke Kepanjen, Surabaya. Mereka datang untuk menangani karya pendidikan dan panti asuhan.

Adapun sekolah yang didirikan di Kepanjen (Krembangan) waktu itu adalah Sekolah Dasar (1863), Sekolah Keterampilan Putri (1874), Sekolah TK (Froobel 1877), dan Sekolah Pendidikan Guru (Kwekschool 1877). Sekolah ini didirikan untuk murid-murid berkebangsaan Belanda.

Sementara, Biara Ursulin Kepanjen sendiri mendirikan filialnya di Jl. Kupang (sekarang Jl. Raya Darmo). Pembangunan gedung dimulai tanggal 27 Februari 1920 dan berakhir tahun 1924. Seiring dengan itu, komunitas Darmo terus mengikuti perkembangan zaman. Pada permulaan tahun pelajaran baru di bulan Agustus 1951, Santa Maria mulai menerima murid SMA untuk kelas 1 bagian B. Semua murid yang diterima adalah putri dan 23 siswinya tinggal di asrama. Di tahun pelajaran baru, itu pula SMA mendapatkan 4 kelas dan kelas-kelas semuanya penuh.

Pada tanggal 31 Agustus 1952 SMA/HBS menampilkan operet “Cinderella’s slipper” dalam bahasa Inggris. Pentas ini sukses besar dan diadakan dalam rangka pesta perak Muder Rodrigus.

Bulan Juni 1954, murid-murid SMA Santa Maria Surabaya ikut ujian untuk pertama kalinya. Dari seluruh kota yang mengikuti ujian terdapat 120 peserta. Sementara, dari SMA Santa Maria Surabaya sendiri terdapat 21 peserta ujian untuk jurusan B. Kala itu, sebagai kepala sekolah pertama kalinya adalah Sr. Alexia Luykens. Beliau juga merangkap menjadi kepala sekolah SGA (Sekolah Guru Agama).

Permulaan tahun ajaran 1958, SMA Santa Maria Surabaya menambah jurusan C. Pada tahun ini juga, tepatnya di bulan Juni, Sr. Alexia Luykens mengakhiri tugas rangkapnya di SGA.

Sementara itu, terdapat kisah yang menarik pada tahun 1957 yakni saat kompleks sekolah Darmo dipergunakan oleh 180 pemuda dalam pekan pemuda. Untuk mendukung penuh kegiatan tersebut, maka sekolah diliburkan selama 1 minggu.

Di tahun 1959 terjadi banjir besar di Jawa Timur. Sekolah berempati dengan mengumpulkan kebutuhan pokok dan pakaian. Murid-murid SMA dan SPG diminta kepeduliannya membawa semua bantuan ke lokasi bencana. Di sisi lain, terdapat pula instruksi dari Menteri Pendidikan, Prijono, yang menegaskan bahwa guru-guru asing yang belum WNI tidak diizinkan untuk mengajar lagi. Untunglah,  komunitas Darmo tidak mengalami kesulitan tentang ini. Tepat pada tanggal 18 Agustus 1959, SMA Santa Maria Surabaya membuka jurusan A. Dengan pendirian ini, maka lengkap sudah SMA Santa Maria Surabaya memiliki tiga jurusan yaitu jurusan A, B, dan C.

SMA Santa Maria Surabaya mendapat kunjungan pertama kali dari sekolah SMA Katolik Makasar sebanyak 30 siswa. SMA tersebut mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah di Surabaya, Malang, dan Yogyakarta. Tahun 1962, tepatnya di bulan September, Roma mendirikan perhimpunan internasional bagi alumni murid Ursulin. Adapun nama perhimpunan tersebut adalah Alumnarum Ursulae Sanctae Soceitas Internasionalle atau  disingkat AUSSI.

Di bulan Agustus tahun 1962 diadakan Asian Games di Jakarta. Banyak murid SMA Santa Maria Surabaya tergabung dalam pertandingan tersebut dan turut pula menjadi suporter. Sementara, perbaikan sarana dan prasarana sekolah terus dikembangkan. Pada tanggal 20 Januari 1963 pembangunan lantai 2 dimulai. Pembangunan tersebut   memakan waktu 2,5 tahun karena kondisi perekonomian Indonesia masih inflasi. Di tahun itu, SMA Santa Maria Surabaya mengalami masa-masa sulit. Namun, SMA Santa Maria Surabaya terus maju dan berjuang sampai akhir hingga tanpa terasa saat ini telah memasuki usianya yang lebih dari 60 tahun. Maju terus Serviam-ku!

Keluar

SMA Santa Maria


SMA Santa Maria Surabaya dimulai dari kedatangan lima Suster Ursulin ke Surabaya pada tanggal 14 Oktober 1863. Awalnya, suster-suster Ursulin tersebut membangun sebuah komunitas di Kepanjen. Lalu, berpindah di kawasan Jl. Raya Kupang yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Raya Darmo. Atas permintaan Pastor Van den Elsen, SJ., lima suster Ursulin tersebut datang dari Batavia ke Kepanjen, Surabaya. Mereka datang untuk menangani karya pendidikan dan panti asuhan.

Adapun sekolah yang didirikan di Kepanjen (Krembangan) waktu itu adalah Sekolah Dasar (1863), Sekolah Keterampilan Putri (1874), Sekolah TK (Froobel 1877), dan Sekolah Pendidikan Guru (Kwekschool 1877). Sekolah ini didirikan untuk murid-murid berkebangsaan Belanda.

Sementara, Biara Ursulin Kepanjen sendiri mendirikan filialnya di Jl. Kupang (sekarang Jl. Raya Darmo). Pembangunan gedung dimulai tanggal 27 Februari 1920 dan berakhir tahun 1924. Seiring dengan itu, komunitas Darmo terus mengikuti perkembangan zaman. Pada permulaan tahun pelajaran baru di bulan Agustus 1951, Santa Maria mulai menerima murid SMA untuk kelas 1 bagian B. Semua murid yang diterima adalah putri dan 23 siswinya tinggal di asrama. Di tahun pelajaran baru, itu pula SMA mendapatkan 4 kelas dan kelas-kelas semuanya penuh.

Pada tanggal 31 Agustus 1952 SMA/HBS menampilkan operet “Cinderella’s slipper” dalam bahasa Inggris. Pentas ini sukses besar dan diadakan dalam rangka pesta perak Muder Rodrigus.

Bulan Juni 1954, murid-murid SMA Santa Maria Surabaya ikut ujian untuk pertama kalinya. Dari seluruh kota yang mengikuti ujian terdapat 120 peserta. Sementara, dari SMA Santa Maria Surabaya sendiri terdapat 21 peserta ujian untuk jurusan B. Kala itu, sebagai kepala sekolah pertama kalinya adalah Sr. Alexia Luykens. Beliau juga merangkap menjadi kepala sekolah SGA (Sekolah Guru Agama).

Permulaan tahun ajaran 1958, SMA Santa Maria Surabaya menambah jurusan C. Pada tahun ini juga, tepatnya di bulan Juni, Sr. Alexia Luykens mengakhiri tugas rangkapnya di SGA.

Sementara itu, terdapat kisah yang menarik pada tahun 1957 yakni saat kompleks sekolah Darmo dipergunakan oleh 180 pemuda dalam pekan pemuda. Untuk mendukung penuh kegiatan tersebut, maka sekolah diliburkan selama 1 minggu.

Di tahun 1959 terjadi banjir besar di Jawa Timur. Sekolah berempati dengan mengumpulkan kebutuhan pokok dan pakaian. Murid-murid SMA dan SPG diminta kepeduliannya membawa semua bantuan ke lokasi bencana. Di sisi lain, terdapat pula instruksi dari Menteri Pendidikan, Prijono, yang menegaskan bahwa guru-guru asing yang belum WNI tidak diizinkan untuk mengajar lagi. Untunglah,  komunitas Darmo tidak mengalami kesulitan tentang ini. Tepat pada tanggal 18 Agustus 1959, SMA Santa Maria Surabaya membuka jurusan A. Dengan pendirian ini, maka lengkap sudah SMA Santa Maria Surabaya memiliki tiga jurusan yaitu jurusan A, B, dan C.

SMA Santa Maria Surabaya mendapat kunjungan pertama kali dari sekolah SMA Katolik Makasar sebanyak 30 siswa. SMA tersebut mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah di Surabaya, Malang, dan Yogyakarta. Tahun 1962, tepatnya di bulan September, Roma mendirikan perhimpunan internasional bagi alumni murid Ursulin. Adapun nama perhimpunan tersebut adalah Alumnarum Ursulae Sanctae Soceitas Internasionalle atau  disingkat AUSSI.

Di bulan Agustus tahun 1962 diadakan Asian Games di Jakarta. Banyak murid SMA Santa Maria Surabaya tergabung dalam pertandingan tersebut dan turut pula menjadi suporter. Sementara, perbaikan sarana dan prasarana sekolah terus dikembangkan. Pada tanggal 20 Januari 1963 pembangunan lantai 2 dimulai. Pembangunan tersebut   memakan waktu 2,5 tahun karena kondisi perekonomian Indonesia masih inflasi. Di tahun itu, SMA Santa Maria Surabaya mengalami masa-masa sulit. Namun, SMA Santa Maria Surabaya terus maju dan berjuang sampai akhir hingga tanpa terasa saat ini telah memasuki usianya yang lebih dari 60 tahun. Maju terus Serviam-ku!

Please Login

Lupa sandi ?

Login

The School Of Future Leader

Profil SMA Santa Maria

IT Sanmar04 June 201017851 click

SMA Santa Maria


SMA Santa Maria Surabaya dimulai dari kedatangan lima Suster Ursulin ke Surabaya pada tanggal 14 Oktober 1863. Awalnya, suster-suster Ursulin tersebut membangun sebuah komunitas di Kepanjen. Lalu, berpindah di kawasan Jl. Raya Kupang yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Raya Darmo. Atas permintaan Pastor Van den Elsen, SJ., lima suster Ursulin tersebut datang dari Batavia ke Kepanjen, Surabaya. Mereka datang untuk menangani karya pendidikan dan panti asuhan.

Adapun sekolah yang didirikan di Kepanjen (Krembangan) waktu itu adalah Sekolah Dasar (1863), Sekolah Keterampilan Putri (1874), Sekolah TK (Froobel 1877), dan Sekolah Pendidikan Guru (Kwekschool 1877). Sekolah ini didirikan untuk murid-murid berkebangsaan Belanda.

Sementara, Biara Ursulin Kepanjen sendiri mendirikan filialnya di Jl. Kupang (sekarang Jl. Raya Darmo). Pembangunan gedung dimulai tanggal 27 Februari 1920 dan berakhir tahun 1924. Seiring dengan itu, komunitas Darmo terus mengikuti perkembangan zaman. Pada permulaan tahun pelajaran baru di bulan Agustus 1951, Santa Maria mulai menerima murid SMA untuk kelas 1 bagian B. Semua murid yang diterima adalah putri dan 23 siswinya tinggal di asrama. Di tahun pelajaran baru, itu pula SMA mendapatkan 4 kelas dan kelas-kelas semuanya penuh.

Pada tanggal 31 Agustus 1952 SMA/HBS menampilkan operet “Cinderella’s slipper” dalam bahasa Inggris. Pentas ini sukses besar dan diadakan dalam rangka pesta perak Muder Rodrigus.

Bulan Juni 1954, murid-murid SMA Santa Maria Surabaya ikut ujian untuk pertama kalinya. Dari seluruh kota yang mengikuti ujian terdapat 120 peserta. Sementara, dari SMA Santa Maria Surabaya sendiri terdapat 21 peserta ujian untuk jurusan B. Kala itu, sebagai kepala sekolah pertama kalinya adalah Sr. Alexia Luykens. Beliau juga merangkap menjadi kepala sekolah SGA (Sekolah Guru Agama).

Permulaan tahun ajaran 1958, SMA Santa Maria Surabaya menambah jurusan C. Pada tahun ini juga, tepatnya di bulan Juni, Sr. Alexia Luykens mengakhiri tugas rangkapnya di SGA.

Sementara itu, terdapat kisah yang menarik pada tahun 1957 yakni saat kompleks sekolah Darmo dipergunakan oleh 180 pemuda dalam pekan pemuda. Untuk mendukung penuh kegiatan tersebut, maka sekolah diliburkan selama 1 minggu.

Di tahun 1959 terjadi banjir besar di Jawa Timur. Sekolah berempati dengan mengumpulkan kebutuhan pokok dan pakaian. Murid-murid SMA dan SPG diminta kepeduliannya membawa semua bantuan ke lokasi bencana. Di sisi lain, terdapat pula instruksi dari Menteri Pendidikan, Prijono, yang menegaskan bahwa guru-guru asing yang belum WNI tidak diizinkan untuk mengajar lagi. Untunglah,  komunitas Darmo tidak mengalami kesulitan tentang ini. Tepat pada tanggal 18 Agustus 1959, SMA Santa Maria Surabaya membuka jurusan A. Dengan pendirian ini, maka lengkap sudah SMA Santa Maria Surabaya memiliki tiga jurusan yaitu jurusan A, B, dan C.

SMA Santa Maria Surabaya mendapat kunjungan pertama kali dari sekolah SMA Katolik Makasar sebanyak 30 siswa. SMA tersebut mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah di Surabaya, Malang, dan Yogyakarta. Tahun 1962, tepatnya di bulan September, Roma mendirikan perhimpunan internasional bagi alumni murid Ursulin. Adapun nama perhimpunan tersebut adalah Alumnarum Ursulae Sanctae Soceitas Internasionalle atau  disingkat AUSSI.

Di bulan Agustus tahun 1962 diadakan Asian Games di Jakarta. Banyak murid SMA Santa Maria Surabaya tergabung dalam pertandingan tersebut dan turut pula menjadi suporter. Sementara, perbaikan sarana dan prasarana sekolah terus dikembangkan. Pada tanggal 20 Januari 1963 pembangunan lantai 2 dimulai. Pembangunan tersebut   memakan waktu 2,5 tahun karena kondisi perekonomian Indonesia masih inflasi. Di tahun itu, SMA Santa Maria Surabaya mengalami masa-masa sulit. Namun, SMA Santa Maria Surabaya terus maju dan berjuang sampai akhir hingga tanpa terasa saat ini telah memasuki usianya yang lebih dari 60 tahun. Maju terus Serviam-ku!


« Dec 2019 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11