Keluar

Keluar

Keluar

Keluar

Please Login

Lupa sandi ?

Login

The School Of Future Leader

Sharing

IT Sanmar14 October 20139117 click

New Steps, new experiences!
Langkah baru, pengalaman baru!

Namanya Maria Fidelia Susanto dan biasa dipanggil Fifi. Saat ini saya duduk di kelas XII IPA 1 SMA Santa Maria Surabaya dan saya berumur 18 tahun. Memang sedikit aneh, sudah berumur 18 tahun tetapi masih duduk di kelas 12. Ya, saya harus mengakui bahwa saya “tidak naik kelas”. Alasan saya tiak naik kelas bukan karena nilai-nilai saya jelek, melainkan merupakan keinginan saya sendiri untuk tidak naik kelas.
it sanmar
Saya tidak naik kelas karena mengikuti program pertukaran pelajar ke Prancis oleh Rotary International periode 2012-2013. Saya mengikutinya atas kemauan saya sendiri, tidak dipaksa oleh orang tua apalagi karena ikut-ikutan teman. Saya sudah terinspirasi mengikuti pertukaran pelajar sejak SMP. Senang rasanya dapat mengikuti pertukaran pelajar ini. Dapat dikatakan saya rugi satu tahun, tetapi pelajaran hidup selama satu tahun tidak dapat mengalahkan satu tahun kerugian saya ini.

Jangan disangka bahwa sebagai siswi pertukaran pelajar kerjanya hanya jalan-jalan saja. Hidup di luar n
egeri dengan keluarga atau orang-orang yang tidak dikenal bukan suatu hal yang tidak enak. Awalnya tidak kenal, lalu harus menyamakan kebiasaan dengan kebiasaan mereka, disambi juga dengan mengenal pribadi orang-orang “terdekat” tersebut dan belajar bahasa. Tetapi menurut saya, bertemu dengan orang baru, belajar budaya baru ditambah dengan belajar bahasa baru merupakan suatu hal yang sangat menantang untuk saya. Yang pasti karena ras sudah berbeda sehingga menjadi yang berbeda di antara yang sama adalah hal yang mengasyikan dan memberi pelajaran.

Satu hal yang orang pasti tahu adalah sebagai seorang siswi pertukaran pelajar pasti saya merasakan homesick alias kangen rumah. Menurut saya, homesick adalah suatu hal yang biasa yang dirasakan semua orang saat jauh dari rumah dan keluarga, akan tetapi saya hampir tidak pernah merasakan homesick tersebut. Mengapa? Apa saya ingin jauh dari orang tua atau ingin bebas? Jawabannya, tidak! Ada saat saya kangen rumah tetapi saya bukan tipe anak yang cengeng, nangis karena kangen mama. Saya hampir tidak merasakan homesick karena saya merasa sangat nyaman dengan lingkungan sekitar saya di sana, terutama di sekolah. Hal tersebut yang saya tidak pernah dapat hilangkan bahwa saya sangat kangen dengan teman-teman di sana dan suasan kelas di sana.

Wah kelihatannya keren ya? Keren sih keren, tetapi tidak dipungkiri bahwa selama 9,5 bulan di sana saya mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Sempat juga saya mempunyai masalah dengan keluarga angkat saya. Banyak ketidakcocokkan antara saya dan keluarga angkat saya alami. Pada akhirnya-pun saya harus pindah keluarga angkat setelah 7 bulan tak henti saya merasa tidak nyaman. Tetapi dibalik semua itu ternyata Tuhan punya rencana lain! Saya dipindahkan di keluarga salah satu teman saya di kelas dan saya merasa sangat nyaman dengan mereka. Mereka sangat baik dan memaklumi dengan apa yang saya alami.

Setelah masalah yang tidak mengenakkan itu, saya akhirnya dapat bertemu dengan kurang lebih 47 siswa/i pertukaran pelajar lain yang kebetulan satu program dengan saya yang tinggal di seluruh penjuru Prancis saat itu. Kami melakukan tour keliling Eropa dan kami melakukan perjalan yang luar biasa capek karena kami melakukan tour tersebut dengan menggunakan bus sehingga mau tidak mau setiap hari kami harus duduk di bus selama kurang lebih 4 jam. Akan tetapi semua itu worth it. Saya mendapat teman-teman baru yang saat ini malah menjadi keluarga ketiga saya setelah keluarga angkat saya ditambah keluarga kelas saya di sana.

Saat ini, saya merasa sangat beruntung bisa menjadi salah satu utusan Indonesia menjadi Culture Ambassador Indonesia untuk Prancis yang tujuannya untuk menukarkan budaya dan belajar budaya lain. Saya mengakui, bahwa saat ini saya mempunyai 2 budaya berbeda dalam diri saya dan akhirnya saya dapat belajar bagaimana menjadi orang yang menjadi lebih baik. Saya juga berkata dalam diri saya, bahwa 1 tahun yang saya tinggal bukanlah satu hal yang menghambat saya menjadi seorang yang lebih, malahan saya mendapat banyak hal yang lebih dari 1 tahun sekolah yang telah saya tinggalkan.

Keluar dari zona nyaman adalah salah satu pelajaran terbaik untuk diri kita, terutama untuk kita yang menginjak usia remaja dewasa yang membutuhkan bimbingan untuk mencari jati diri kita masing-masing. (Maria Fidelia S./XII IPA 1)

Komentar :

Maaf belum ada komentar

Input Comment :

Nama
Email
Komentar Maks: 500 karakter
Very Happy Smile Sad Surprised Shocked Confused Cool Laughing Mad Razz
Embarassed Crying Evil or Very Mad Twisted Evil Rolling Eyes Wink Exclamation Question Idea Hammer
 

« Nov 2020 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12