Keluar

Keluar

Keluar

Keluar

Please Login

Lupa sandi ?

Login

The School Of Future Leader

Sosialisasi

IT Sanmar16 September 201371125 click

Psikotes Kelas X

Pedoman Pendidikan dan Program Pengembangan Karakter Diri


Senin (9/9/2013) dan Selasa (10/9/2013) Kepala Satuan Pendidikan bersama timnya mensosialisasikan pedoman pendidikan untuk seluruh peserta didik. Kepala satuan pendidikan, Sr. C. Fitri Murniati, OSU memberikan materi tentang tantangan zaman ini? 25 tahun lagi kalian sudah berumur berapa?, tanya Sr. Fitri.
Pedoman PendidikanDengan bertambahnya usia kita, kita harus semakin berkata terus maju dan mau apa? Sebagai generasi muda, kita harus melawan godaan-godaan jaman sekarang supaya rasa malas dapat diatasi oleh kalian, pesan Sr. Fitri.

Selepas Sr. Fitri, Birgita Klara Krisdina Mamuaya, S.Si., wakil kepala satuan pendidikan bidang kurikulum menjelaskan kriteria ketuntasan minimal, jumlah jam setiap bidang studi, rumus nilai rapor sisipan, dan nilai rapor semester. Tidak hanya itu Birgita juga memaparkan syarat kenaikan kelas dan kelulusan kelas XII, paparnya di aula Santa Maria lantai 4.

Sosialisasi berlanjut, Sabtu (14/9/2013). Sekolah mengundang orangtua atau wali peserta didik di aula. Sebelum sosialisasi pedoman pendidikan disampaikan oleh tim kepala satuan pendidikan. Pihak dari Biro deessential menjelaskan hasil psikotes kelas X.

Anna Wiharta memulai penjelasan dengan film Lena Maria dari China yang mempunyai renang, bakat seni, dan musik. Ilustrasi film ini untuk mengawali presentasi dalam penelusuran potensi dan minat. Bagaimana orangtua mengetahui perbedaan potensi dan prestasi? Potensi adalah Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dapat dikembangkan yang sudah ada dalam diri individu

Sedangkan bakat merupakan suatu kondisi seseorang yang menunjukkan adanya kemampuan atau potensi pada sesuatu hal yang digunakan untuk melakukan pekerjaan atau ketrampilan tertentu. Minat merupakan kesukaan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan atau ketrampilan tertentu. Tergolong dalam aspek non kognitif, hinga sangat tergantung pada wawasan atau pengetahuan anak pada pekerjaan.

Dengan adanya psikotes ini, orangtua mengetahui manfaatnya, yakni mengetahui gambaran kondisi anak tentang kelebihan dan kekurangan serta membantu anak dalam menentukan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dan perlu waspada bagi orangtua dalam penentuan jurusan anak untuk melihat potensi intelektual dan bakat. Psikotes terkadang pengaruh pada saat pelaksanaannya, seperti kondisi anak. Maka perlu dikaji lebih mendalam untuk hasil yang optimal – aspek kecerdasan.

Untuk perlu konsultasi dengan wali kelas dan guru bimbingan konseling supaya lebih mengetahui perkembangan anaknya. Janganlah memaksa pemilihan jurusan sesuai keinginan orangtua. Dikarenakan akan membebani anak sendiri, jelas Anna.

“Anna juga menambahkan bahwa semua jurusan IPA, IPS, dan Bahasa itu baik. Bila ada kecenderungan nilainya seimbang antara IPS dan IPA atau lebih tinggi nilai IPA. Akan lebih baik memilih IPA.”

Tidak hanya sosialisasi pedoman pendidikan dan hasil psikotes yang disampaikan oleh tim kepala satuan pendidikan. Orangtua dijelaskan program pengembangan karakter diri berkelanjutan yang disampaikan oleh masing-masing ketua pelaksana. Program ini akan dilaksanakan bulan Oktober, yakni Respect Serve and Others, SERVIAM Project, dan Live In. (it sanmar)

Komentar :

Maaf belum ada komentar

Input Comment :

Nama
Email
Komentar Maks: 500 karakter
Very Happy Smile Sad Surprised Shocked Confused Cool Laughing Mad Razz
Embarassed Crying Evil or Very Mad Twisted Evil Rolling Eyes Wink Exclamation Question Idea Hammer
 

« Nov 2020 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12