Keluar

Keluar

Keluar

Keluar

Please Login

Lupa sandi ?

Login

The School Of Future Leader

Perjalanan

IT Sanmar30 January 2017981 click

Aylinda Share
 
Kepingan Kenangan untuk Masa Depan

Masa Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah masa yang paling indah dengan sejuta cerita. Rupanya, anggapan tersebut juga berlaku bagi perjalanan hidup saya selagi menempuh pendidikan di SMA Santa Maria Surabaya. Selama 65 tahun, sekolah yang merupakan salah satu cagar budaya di Surabaya ini telah menjadi saksi atas kisah para alumni Sanmar – sebutan SMA Santa Maria Surabaya –, termasuk saya sendiri.

Kisah milik saya dimulai ketika saya harus melewati tantangan terbesar dalam hidup saya, yakni hidup mandiri sebagai anak kos. Dengan prinsip yang saya pegang teguh, saya berdebat dengan orang tua saya agar dapat melanjutkan studi di Surabaya, lebih tepatnya di SanMar. Tentu saja saya mengalami banyak kendala di hari pertama sekolah, salah satunya adalah beradaptasi dengan lingkungan baru. Tiga bulan pertama saya di SanMar, teman yang saya miliki dapat dihitungd engan jari. Hingga suatu hari, wali kelas saya, Ibu Rosa, memberikan motivasi kepada saya untuk mencoba mengakrabkan diri dengan teman-teman sekelas. Dari kepingan kenangan pertama itu, saya belajar untuk aktif bersosialisasi dengan siapa saja.

Beralih kekepingan kedua, saya masih ingat ketika saya mulai menekuni dunia jurnalistik. Pengalaman tersebut berawal dari keberangkatan saya ke Yogyakarta bersama dengan Pak Pras, selaku pembina tim jurnalistik SanMar, Kak Demes Dharmesty, dan Kak Jessica Claudia untuk mengikuti pelatihan menulis. Pelatihan itu menjadi bekal saya untuk bergabung dengan ‘KRISAN’, keluarga jurnalistik SMA Santa Maria Surabaya. Saya juga mendapatkan kesempatan untuk memimpin tim jurnalistik selama satu tahun. Tak lepas dari bimbingan Pak Pras, kemampuan menulis yang saya miliki benar-benar diasah melalui proses pembuatan majalah hingga lomba-lomba yang saya ikuti.  Baik kalah maupun menang dalam sebuah kompetisi sudah pernah saya alami.

Saya benar-benar terpukul ketika kalah dalam kompetisi pertama yang saya ikuti. Memang benar, kegagalan merupakan awal dari keberhasilan.  Belajar dari pengalaman sebelumnya, saya mengukir prestasi-prestasi saya di bidang jurnalistik selama bersekolah di SanMar. Kepingan kenangan kedua selama belajar di SMA Santa Maria Surabaya mengingatkan saya untuk terus mengasah skill yang saya miliki.
 
Kepingan ketiga mengingatkan saya akan pelajaran geografi. Sebagai salah satu siswa SanMar yang mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), saya tentu berurusan dengan mata pelajaran yang satu ini. Saat itu, motivasi belajar saya sangat kuat, mengingat nilai ujian nasional saya saat SMP kurang begitu baik. Saya dipercaya oleh Ibu Oni untuk mengikuti olimpiade Geografi. Walaupun saya belum berhasil, kepingan kenangan ketiga ini mengingatkan akan kecintaaan saya terhadap geografi, yang saya ambil sebagai salah satu mata pelajaran dalam Ujian Nasional Berstandar Komputer (UNBK) nanti.
 
Menilik kepingan kenangan yang keempat, saya teringat akan kegiatan Respect and Serve Others (RSO) ketika kelas X, Serviam Project (SP) ketika kelas XI, dan Live In ketika kelas XII yang telah saya lewati. Terjun di tengah-tengah kehidupan masyarakat menghadapkan saya terhadap realita yang ada di masa sekarang. Saya banyak belajar nilai-nilai kehidupan dari program tahunan SMA Santa Maria Surabaya ini. Setelah mengikuti RSO, saya bias menyeduh kopi yang nikmat ketika membantu berjualan di sebuah warung kecil. Setelah SP di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tegar, saya dapat mendekatkan diri dengan anak kecil. Tak ketinggalan, setelah Live In pun saya dapat merasakan bagaimana rasanya hidup di desa. Kepingan yang ini merupakan bekal penting saya untuk masa depan nanti.
 
Kepingan kenangan kelima memperlihatkan usaha dan kerja keras saya bersama teman-teman demi tampil di acara pentas seni kelas XI. Sewaktu masa persiapan, tidak jarang perbedaan pendapat dan kesulitan penyesuaian jadwal latihan kami alami. Belum lagi kekompakan gerak kami belum begitu baik. Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan lancer dan kami dapat tampil maksimal di hadapan guru, orang tua, dan seluruh siswa SMA Santa Maria Surabaya. Dari kepingan kenangan ini, saya sungguh memahami makna dari sebuah kerja sama.
 
Melihat kepingan kenangan yang keenam, saya teringat akan study tour saat kelas XI. Saat itu, destinasi kami adalah Yogyakarta. Bersama dengan teman-teman saya yang jumlahnya semakin banyak, saya mengujungi situs-situs bersejarah yang ada di kota itu. Sepulang dari pembelajaran di luar sekolah tersebut, ikatan pertemanan yang saya miliki dengan teman-teman pun semakin bertambah. Sungguh, kepingan yang ini tak ternilai harganya.
 
Kepingan kenangan ketujuh milik mengingatkan saya saat belajar bersama menjelang Ujian Akhir Semester (UAS). Dengan teman-teman sekelas yang cukup dekat dengan saya, kami belajar bersama di kos saya setiap harinya. Mulai dari review materi, diskusi, sampai dengan membahas latihan soal, semuanya kami lakukan bersama-sama. Karena hal itu, kami bersemangat setiap harinya dalam menghadapi soal-soal ujian. Kepingan ini akan selalu membuat saya teringat akan rasa kebersamaan saat belajar bersama-sama.
 
Berpindah ke kepingan kenangan yang ke delapan, saya kembali melihat bagaimana saya mengukir prestasi di bidang karya tulis bersama dengan dua rekan saya, Shirley Lohanjaya dan Joseph Epiphanius. Kompetisi itu masih berkisar dalam lingkup karya tulis, namun ada sedikit bumbu teknologi di dalamnya. Dengan bimbingan Pak Ruslan selaku guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), saya bersama tim berhasil meraih hasil yang memuaskan. Sampai saat ini pun, saya bersama tim belum berhenti menambahkan warna dalam kepingan kenangan saya yang kedelapan ini.
 
Kepingan kenangan yang kesembilan menceritakan bagaimana perjuangan saya bersama rekan sekelompok dalam menghadapi Ujian Praktek (Uprak) Seni Budaya, lebih tepatnya Seni Tari. Kami menggarap gerakan tari salsa yang tentu tidaklah mudah. Mengingat semuanya kurang berjalan lancar, saya harus berusaha keras membuat koreografi dan melatih kekompakan tim di detik-detik terakhir menjelang ujian. Walaupun penampilan tim saya jauh dari kata sempurna, saya merasakan kelegaan yang luar biasa. Satu lagi ujian yang telah saya tempuh di jenjang akhir masa SMA saya.
 
Kepingan kenangan yang terakhir membawa saya kembali mengingat saat memorabilia berlangsung. Kami mengabadikan momen terakhir kami sebagai siswa di SanMar. Saya akan selalu mengingat gelak tawa teman-teman sekelas saya yang akan berjuang bersama-sama dengan saya agar kami dapat lulus bersama-sama. Setiap momen yang saya lalui bersama dengan teman-teman akan terekam dalam memori saya.
 
Sejauh ini, masih sepuluh kepingan kenangan yang saya miliki selama berada di SMA Santa Maria Surabaya. Mengingat perjalanan saya sebagai siswa kelas XII belum selesai, saya akan terus menambah kepingan kenangan dalam kisah saya. Semoga kami semua dapat lulus bersama-sama dan menggapai impian kami masing-masing. Biarlah kenangan yang saya dapatkan hingga hari ini menjadi bekal untuk masa depan saya. Agar setiap kali saya menengok puzzle kepingan kenangan selama di SanMar ini, saya dapat kembali merasakan euforia di masa SMA. (aylinda, red.)

Komentar :

Maaf belum ada komentar

Input Comment :

Nama
Email
Komentar Maks: 500 karakter
Very Happy Smile Sad Surprised Shocked Confused Cool Laughing Mad Razz
Embarassed Crying Evil or Very Mad Twisted Evil Rolling Eyes Wink Exclamation Question Idea Hammer
 

« Dec 2020 »
M S S R K J S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9